AKU INGIN MENJADI MULAWARMAN
![]() |
| RAJA MULAWARMAN |
Muhib, panggilan
akrab Bpk. Muhammad Muhibbudin di
Universitas UIN Sunan Kalijaga, yogyakarta. Kajian filsafat adalah subyek yang dikajinya di hari-hari menimba ilmunya
di Universitas UIN Sunan Kalijaga, sehingga melahirkan sebuah buku yang membuat
para mahasiswa merasakan segarnya menyelam di setiap aliran pemikirannya.
“Karomah Hikmah
Raja-Raja Nusantara”_ buku manis dengan sampul yang menggiurkan setiap
pembaca seperti gulali buatan restoran termahal di indonesia. “menggali butir-butir kearifan para
raja besar nusantara” membuatku semakin terpanggil untuk menggali lebih
dalam karnyanya ini.
“Mereka menjadi besar bukan karena luasnya wilayah taklukan, melainkan ajaran-ajaran kearifan yang begitu agung dan mulia. Mereka adalah potret pemimpin yang memiliki kesadaran intelektual dan prinsip kepemimpinan yang matang. Kearifan mereka tidak hanya berupa patuah melainkan juga berupa tindakan, kebajikan, perenungan dan karya” Membuatku semakin termotivasi mengungkap kearifan apa yang para raja Nusantara menjadi potret pemimpin indonesia. Kalimat sederhana di bagian sampul ini menajdi daya pikat buku ini digemari banyak pembaca seperti aku yang terus asik menenggelamkan hidupku dalam buku ini.
“Sedekah
adalah kebijaksanaan yang sangat melekat dalam diri Mulawarman” satu kalimat
mutiara di halaman 27 yang melahirkan
satu perenungan serius dalam malamku. Katanya begitu sederhana, kalimatnya tak
panjang seperti puisi Chairil Anwar atau indah bak bunga mawar nan mekar di
taman surga. Sedekah adalah sebuah kebijaksanaan_ begitu sederhana ideologi raja Mulawarman_ dengan bersedekah rakyatnya
menjadi sejahtera.
“Ketika raja mampu berbuat baik
terhadap rakyatnya. Mau dan mampu memikirkan kesejahteraan rakyatnya_ rakyat
kemudian menghormati dan mengenangnya”. Rasanya negara Indonesia asing
dengan pemimpin seperti ini, rakyatnya terlantar bahkan oknum-oknum kapitalis
dan komunis meraja lela dimana-mana. Jangankan menyejahterakan rakyatnya
melirik anak manis disamping batang-batang trotoar jembatan layang saja enggan.
Aku mulai terbuai dalam impian buku cantik bergambar kerajaan ini_ aku perlu
menciptakan pemimpin seperti Mulawarman, seorang raja yang peduli terhadap
rakyatnya bukan menindas rakyatnya.
“Bisakah
Indonesia ? Mungkin saja bisa” satu pertanyaan yang berlari-lari dalam
fikiranku. Tak sabar aku ingin segera kembali menenggelamkan hidupku pada abad
ke-4 M_ melihat keindahan dan kejayaan para raja-raja Nusantara, berlari-lari
kecil dalam kearifan sang raja, aku ingin menyelam sedalam-dalamnya di
kehidupan yang penuh dengan keseimbangan dan keharmonisan. “Sedekah” adalah
kuncinya_ jadikan dirimu sang Mulawarman.Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer


